Pemimpin Oposisi Rusia Sudah Beri Selamat ke Joe Biden, Vladimir Putin Masih Diam-Diam Saja

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. (Foto: AFP)

Rusia sebelumnya dituduh mencampuri Pilpres AS 2016 untuk membantu agar Trump terpilih, dengan harapan dia akan mengambil sikap yang lebih lembut dengan Moskow.

Biden diperkirakan akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Rusia. Dalam kampanyenya, mantan wakil presiden AS dua periode itu mengecam Trump karena telah merangkul begitu banyak otokrat di seluruh dunia, dimulai dengan Vladimir Putin.

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

Sementara, Navalny adalah tokoh oposisi terkemuka Rusia. Dia pingsan di pesawat pada akhir Agustus lalu dan dibawa ke rumah sakit di Siberia selama dua hari sebelum akhirnya diterbangkan ke Berlin, Jerman. Di rumah sakit di Berlin, hasil tes laboratorium menemukan bahwa Navalny telah diracuni dengan novichok, racun agen saraf yang dirancang pada era Soviet.

Navalny mengklaim Putin secara pribadi bertanggung jawab atas keracunan itu. Sementara Kremlin telah menolak tuduhan itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance Sebut Ada Kemajuan Besar dalam Perundingan dengan Iran

57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal