Pemimpin Oposisi Armenia Ditangkap karena Rencanakan Pembunuhan PM Pashinyan

Anton Suhartono
Nikol Pashinyan (Foto: AFP)

Separatis Armenia menghadapi kerugian besar dalam pertempuran dengan Azerbaijan karena tertinggal jauh dalam persenjataan dan jumlah pasukan.

Mereka menyerahkan sebagian besar wilayah Nagorno-Karabakh ke Azerbaijan. Sebenarnya, secara hukum internasional Azerbaijan merupakan pemilik sah Nagorno-Karabakh.

Vanetsyan yang juga mantan direktur dinas keamanan Armenia ditahan bersama tokoh oposisi senior lainnya saat unjuk rasa anti-pemerintah. Dia menyebut perdana menteri sebagai pengkhianat.

Badan keamanan Armenia mengumumkan penangkapan Vanetsyan pada Sabtu malam, selain dituduh merencanakan pembunuhan, juga kepemilikan senjata dalam jumlah besar.

"(Vanetsyan) Menyiapkan upaya pembunuhan terhadap seorang tokoh publik dan ingin merebut kekuasaan," bunyi pernyataan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Rudal AS Hancurkan Jembatan Kereta Hubungkan Iran dengan China dan Rusia

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir

57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal