Saat ditanya tentang aksi massa tersebut, juru bicara militer Myanmar tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Min Aung Hlaing, jenderal yang hari ini genap berumur 65 tahun, merebut kekuasaan di Myanmar pada 1 Februari lalu. Dia menggulingkan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi dan membawa negara Asia Tenggara itu ke dalam keterpurukan.
Min Aung Hlaing seharusnya pensiun setelah ulang tahunnya yang ke-65. Akan tetapi, usia wajib pensiun itu dibatalkan setelah kudeta.
Protes antikudeta terjadi di banyak bagian Myanmar hampir setiap hari. Aksi mogok pun telah menyebabkan terpukulnya sektor bisnis dan swasta. Pertempuran juga berkobar di daerah perbatasan, memaksa 200.000 orang melarikan diri dari rumah mereka.
Menurut data PBB, sampai pekan ini lebih dari 880 orang telah dibantai aparat keamanan Myanmar sejak kudeta. Lebih dari 5.200 orang ditahan secara sewenang-wenang dalam periode yang sama.