Pemimpin Junta Myanmar Semringah Dapat Surat dari Trump padahal Isinya Tarif 40%

Anton Suhartono
Min Aung Hlaing senang mendapat senang dari Donald Trump padahal berisi tarif masuk 40% (Foto: AP)

“Presiden Trump adalah pemimpin yang jujur terhadap rakyatnya. Kami memahami perjuangannya menghadapi media dan sistem yang tidak adil,” ucap Min dalam pernyataan resminya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kebijakan Trump yang menghentikan pendanaan bagi media-media AS yang memberitakan konflik di Myanmar, yang menurut junta dianggap bias dan memojokkan.

Meskipun pemerintahan junta masih menjadi subjek sanksi dari Departemen Luar Negeri AS karena tuduhan pelanggaran HAM dan pembungkaman hak politik rakyat Myanmar, langkah Trump ini menciptakan dinamika baru yang mengejutkan banyak pihak.

Sejumlah analis melihat respons positif Myanmar sebagai strategi propaganda untuk menunjukkan legitimasi internasional. Namun di sisi lain, langkah Trump dipandang kontroversial, mengingat AS selama ini secara resmi tidak pernah berinteraksi langsung dengan pejabat junta dan tetap mendukung kembalinya pemerintahan sipil di Myanmar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

57 tahun lalu

Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews

57 tahun lalu

Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal