Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Tuduh Pejabat Lebanon Budak Israel, Kenapa?

Anton Suhartono
Naim Qassem menyebut sejumlah pejabat pemerintah sebagai budak Israel (Foto: ISNA)

2. Gencatan Senjata yang Tak Dijalankan Israel

Menurut Qassem, serangan Israel itu semakin membuktikan bahwa perjanjian gencatan senjata Israel-Hizbullah yang berlaku sejak 27 November 2024 telah memasuki fase baru.

Dalam kesepakatan tersebut, Israel seharusnya menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan sejak Januari 2025. Namun kenyataannya, Israel masih mempertahankan kehadiran militer di lima pos perbatasan.

Situasi ini dipandang Hizbullah sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian.

3. Qassem Tuduh Pejabat Lebanon Ikuti Perintah AS

Kemudian, Qassem menuding pemerintah Lebanon gagal mengambil sikap tegas terhadap Israel. Dia bahkan menyebut sejumlah pejabat sebagai “budak Israel”.

Menurutnya, pejabat-pejabat tersebut mengikuti perintah Amerika Serikat, berupaya melucuti senjata Hizbullah, dan dianggap lebih tunduk kepada kepentingan asing ketimbang melindungi Lebanon dari ancaman Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel

57 tahun lalu

Nah, Israel Tangkap Pria AS karena Jadi Mata-Mata untuk Iran

57 tahun lalu

Netanyahu: Israel Masih Mungkin Serang Iran!

57 tahun lalu

Israel Akui Dibom Habis-habisan Iran: Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal