Namun, sensus nasional tahun lalu menunjukkan keterbatasan besar: dari 330 kota, hanya 145 yang berhasil didata. Hal ini menimbulkan keraguan serius mengenai validitas daftar pemilih dan kredibilitas hasil pemilu.
Negara Barat Skeptis, Junta Jalan Terus
Sejumlah negara Barat diperkirakan akan menolak mengakui hasil pemilu, apalagi dengan absennya partai oposisi utama. Bagi junta, pemilu tampak lebih sebagai langkah politik untuk memperkuat kendali ketimbang sebagai mekanisme demokrasi sejati.
“Ini lebih mirip teater politik. Hasilnya sudah bisa ditebak: kemenangan untuk partai-partai pro-militer,” kata seorang analis independen.
Dengan kondisi perang saudara yang tak kunjung reda dan demokrasi yang dibungkam, pemilu Myanmar akhir tahun ini berisiko hanya menjadi catatan sejarah sebagai pemilu yang berlangsung tanpa kompetisi sesungguhnya.