Pemilu India: PM Narendra Modi, Sosok Kuat Menang Mutlak

Nathania Riris Michico
Narendra Modi menjadi peraih suara utama untuk Partai Bharatiya Janata atau BJP. (FOTO: AFP)

Di bawah kepemimpinannya, India dua kali berhadapan dengan Pakistan dan sekali dengan China, di wilayah yang rawan dengan potensi konflik, di Kashmir dan di Laut China Selatan.

"Di Asia Tenggara, India dengan cepat muncul sebagai pengimpang bagi kekuatan China dan menjadi pagar bagi kekuatan Amerika Serikat yang sedang menurun," kata lembaga think tank Amerika, Council on Foreign Relations.

Banyak orang India yang melihat peningkatan peran mereka secara regional dihasilkan dari pengaruh kepemimpinan Modi.

Selagi Modi terus mendorong pengaruh India di masa jabatannya yang kedua, kita akan melihat peralihan-peralihan aliansi geopolitik di Asia Tenggara.

Meningkatnya populisme sayap kanan

Selama ini BJP menggabungkan antara politik sayap kanan dengan retorika dan tema populis. Presiden BJP Amit Shah menyebut imigran gelap sebagai 'rayap' dan berjanji untuk 'melempar mereka ke Teluk Bengal' sementara ia menawarkan kewarganegaraan pada pengungsi Hindu dan Buddha.

Menteri Pertama Uttar Pradesh yang berasal dari BJP, Yogi Adityanath mengatakan Partai Kongres terkena infeksi virus 'hijau' (mengacu pada warna hijau sebagai Islam). Dalam lima tahun pemerintahan BJP, hubungan Hindu-Muslim di India memburuk dan menimbulkan ketakutan di kalangan Muslim mengenai masa depan mereka di negara tersebut.

Wacana politik berbasis identitas ini mungkin berhasil sebagai strategi meraih pemilih yang mengalihkan mereka dari masalah ekonomi sesungguhnya, tetapi akan sulit untuk menarik kembali wacana itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Seru! Festival ASEAN-India Bazaar 2026 Jadi Tempat Berburu Kuliner sekaligus Belajar Budaya

57 tahun lalu

BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan di India hingga Hong Kong pada 2026

57 tahun lalu

Piala Dunia 2026 Tak Tayang di 1 Negara Besar, FIFA Panik Kehilangan 1 Miliar Penonton

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal