Ini bertentangan dengan pernyataan korban sebelum meninggal, ibunya, serta pemeriksaan rumah sakit. Para ahli mengatakan, jeda antara pemerkosaan dan pemeriksaan forensik terhadap korban terlalu lama sehingga ada kemungkinan bukti-buktinya hilang.
Kasus ini bertambah rumit karena petugas membarikade desa rumah keluarga korban dan melarang orang luar masuk. Tokoh-tokoh politik yang datang untuk memberikan dukungan terhadap keluarga korban serta jurnalis dihalangi.
Bukan hanya itu ponsel keluarga korban juga disita polisi.
Saudara laki-laki korban mengatakan kepada stasiun televisi berita, keluarganya khawatir nyawa mereka terancam. padahal, pengadilan tinggi setempat memerintahkan pihak berwenang untuk memberikan perlindungan keluarga.
Menteri Kepala Uttar Pradesh Yogi Adityanath, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (3/10/2020), pada Jumat malam, mengumumkan pemberhentian kepala polisi Distrik Hathras serta empat pejabat lainnya.
Biksu Hindu serta sekutu dekat Perdana Menteri Narendra Modi juga mengumumkan, keluarga korban, terdakwa, dan polisi yang diskors semuanya akan menjalani tes kebohongan dan narkoba.