Pemerintah Swiss Minta Warganya Tak Dukung Referendum Pelarangan Cadar Muslimah

Anton Suhartono
Swissi minta warganya tak mendukung pelarangan cadar dalam referendum pada 7 Maret (Foto: Reuters)

ZURICH, iNews.id - Pemerintah Swiss meminta warganya tak mendukung pelarangan cadar bagi muslimah dalam referendum yang akan digelar pada 7 Maret 2021. Alasannya pemerintah khawatir kebijakan itu akan merugikan negara dalam pendapatan pariwisata.

Di bawah sistem demokrasi langsung Swiss, setiap usulan untuk mengubah konstitusi akan dipertimbangkan jika mendapat dukungan lebih dari 100.000 tanda tangan. Pada 2009, pemilih Swiss mendukung proposal untuk melarang pembangunan menara masjid.

Wilayah St Gallen dan Ticino di Swiss telah menerapkan larangan penggunaan cadar dalam referendum lokal, namun pemerintah pusat ingin memastikan larangan itu tak berlaku secara nasional.

"Sangat sedikit orang di Swiss memakai penutup wajah penuh. Larangan nasional akan mengancaukan kedaulatan wilayah, merusak pariwisata, dan tidak mendukung kelompok perempuan tertentu," demikian pernyataan pemerintah, dikutip dari Reuters, Selasa (19/1/2021).

Kebanyakan perempuan yang memakai cadar merupakan turis dan hanya menghabiskan waktu singkat di negara itu, sehingga tak akan mengganggu kepentingan dan keamanan negara.

Montreux, beberapa tujuan lain di sekitar Danau Jenewa serta Interlaken biasa menarik perhatian turis muslim, terutama dari negara Teluk yang kaya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Rusia Sebut Perang Lawan Ukraina dan Negara Barat soal Eksistensi: Eropa Ingin Kami Hancur

Internasional
9 hari lalu

Ketika Raja Charles Sindir Trump: Tanpa Inggris, Orang Amerika akan Berbahasa Prancis

Nasional
15 hari lalu

Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis Akhir Mei, Ini yang Akan Dibahas  

Nasional
16 hari lalu

Prabowo bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal