Pemberontak yang menguasai Yaman utara itu berkali-kali menyerang aset sumber daya energi Saudi. Pada November lalu, kementerian energi Saudi menyatakan serangan menggunakan kapal yang dilengkapi bahan peledak menyebabkan kebakaran terbatas di dekat fasilitas terminal minyak terapung Jazan.
Houthi baru-baru ini juga meningkatkan serangan drone dan rudal lintas batas ke kota-kota Saudi, sebagian besar menargetkan wilayah selatan. Sebagian besar serangan rudal dan drone berhasil dicegat.
Pasukan koalisi terlibat dalam perang Yaman sejak Maret 2015 setelah pemberontak Houthi menggulingkan pemerintah yang diakui secara internasional dan merebut Ibu Kota Sanaa.
Amerika Serikat dan PBB memperbarui upaya untuk mendamaikan pihak bertikai. Departemen Keuangan AS memberlakukan sanksi baru terhadap dua pemimpin militer Houthi pada Selasa lalu.