Pelaku Ledakan Tesla Cybertruck di Depan Trump Hotel Ternyata Tentara AS, Motif Masih Misterius

Anton Suhartono
Pelaku peledakan mobil Tesla Cybertruck di depat Trump Hotel, Las Vegas, ternyata tentara AS yang masih aktif (Foto: Sky News)

"Yang kami ketahui, itu merupakan pangkalan militer sangat besar, dan kami tidak memiliki catatan bahwa mereka bertugas di unit yang sama atau bahkan pada tahun yang sama di Fort Bragg (sekarang Fort Liberty), sesuatu yang masih terus diselidiki," kata McMahill.

Agen khusus FBI Spencer Evans mengatakan, pihaknya belum memiliki informasi tambahan mengenai pelaku ledakan Las Vegas. Dia menegaskan belum bisa bisa memastikan motif di balik ledakan Tesla Cybertruck. Berbagai kemungkinan menjadi fokus penyelidikan, termasuk apakah ledakan tersebut terkait dengan presiden AS terpilih Donald Trump atau tidak.

"Motifnya belum diketahui saat ini," kata Evans.

Dia juga mendalami apakah motifnya terkait dengan Elon Musk yang merupakan CEO Tesla. Trump dan Musk diketahui memiliki hubungan sangat dekat sejak Pilpres AS 2024 serta pada pemerintahan berikutnya.

"Kita tidak melupakan fakta bahwa benda tersebut berada di depan gedung Trump, bahwa itu adalah kendaraan Tesla, tapi kami tidak memiliki informasi pada saat ini yang secara pasti bisa menunjukkan bahwa benda itu disebabkan oleh ideologi tertentu atau bahwa Anda mengetahui alasan di baliknya," kata Evans.

Asisten agen khusus Biro Alkohol Tembakau Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) Kenneth Cooper memperingatkan semua orang untuk tidak berspekulasi terlalu dini. Dia menegaskan masih terlalu awal untuk menyimpulkan bagaimana bom diledakkan. 

Pihak berwenang, kata dia, menemukan dua pistol semi-otomatis yang diduga milik pelaku, selain mortar kembang api dan tabung bahan bakar di bak mobil pikap tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok

57 tahun lalu

Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu

57 tahun lalu

AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal