Juru bicara NLF, Naji Mustafa, membenarkan laporan tersebut. Naji mengatakan serangan memang ditargetkan pada kantong-kantong tentara pro-pemerintah di utara dan selatan Suriah.
"NLF segera menanggapi (serangan Rusia) dengan menargetkan posisi milisi pro-rezim terutama di selatan Provinsi Idlib dan utara Provinsi Hama," kata Naji dikutip dari AFP, Kamis (29/10/2020).
"Pembalasan tengah berlangsung dan akan sengit," lanjutnya.
NLF tuduh Rusia langgar kesepakatan gencatan senjata
Serangan hari Senin adalah gelombang kekerasan paling berdarah sejak gencatan senjata Rusia-Turki berlaku hampir delapan bulan lalu di barat laut Suriah.
Jubir NLF menuduh Rusia yang melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan hari Senin kemarin.
Perang Suriah, yang meletus setelah penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah pada tahun 2011, telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan membuat jutaan orang terlantar di dalam dan luar negeri.