Pejabat Ukraina Kena Prank Orang Ngaku Mantan Dubes AS, Hina Drone Tempur Turki Bayraktar

Anton Suhartono
Pejabat pertahanan Ukraina Sergei Pashinsky menghina drone Turki Bayraktar dalam percakapan prank dengan duo Rusia yang mengaku sebagai mantan Dubes AS (Foto: Reuters)

Dia menambahkan Ukraina memiliki banyak drone tempur Bayraktar sebelum perang dengan Rusia. Namun banyak yang ditembak jatuh dalam waktu sepekan di masa awal pertempuran. Kelemahan lain, lanjut Pashinsky, Bayraktar tak memiliki sistem untuk membela diri dari serangan pertahanan udara.

Meski demikian, lanjut dia, Bayraktar masih bisa digunakan bersamaan dengan sistem peluncur roket HIMARS dan HARM yang dikirim AS dan negara sekutu lainnya.

"Jika bukan karena sistem HIMARS dan HARM, tidak akan ada lagi Bayraktar di Ukraina," tuturnya.

Pernyataan Pashinsky ini bertolak belakang dengan rencana pemerintah Ukraina dengan produsen drone Bayraktar, Baykar, yang akan memproduksinya secara massal di dalam negeri. Bahkan bos Baykar bertemu langsung dengan Presiden Volodymyr Zelensky membahas kesepakatan itu.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba juga menjadi korban prank Vovan dan Lexus. Mereka juga berpura-pura menjadi McFaul.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

Detik-Detik Bandara Kuwait Diguncang Ledakan Drone Iran, 63 Orang Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal