Dia menambahkan Ukraina memiliki banyak drone tempur Bayraktar sebelum perang dengan Rusia. Namun banyak yang ditembak jatuh dalam waktu sepekan di masa awal pertempuran. Kelemahan lain, lanjut Pashinsky, Bayraktar tak memiliki sistem untuk membela diri dari serangan pertahanan udara.
Meski demikian, lanjut dia, Bayraktar masih bisa digunakan bersamaan dengan sistem peluncur roket HIMARS dan HARM yang dikirim AS dan negara sekutu lainnya.
"Jika bukan karena sistem HIMARS dan HARM, tidak akan ada lagi Bayraktar di Ukraina," tuturnya.
Pernyataan Pashinsky ini bertolak belakang dengan rencana pemerintah Ukraina dengan produsen drone Bayraktar, Baykar, yang akan memproduksinya secara massal di dalam negeri. Bahkan bos Baykar bertemu langsung dengan Presiden Volodymyr Zelensky membahas kesepakatan itu.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina Dmytro Kuleba juga menjadi korban prank Vovan dan Lexus. Mereka juga berpura-pura menjadi McFaul.