Pejabat Iran yang Rencanakan Serangan Bom Paris Diekstradisi ke Belgia

Nathania Riris Michico
Assadollah Assadi, pejabat intelijen iran yang ditangkap karena merencanakan serangan bom. (Foto: istimewa)

Pertemuan itu juga dihadiri oleh tokoh-tokoh terkemuka AS, termasuk sekutu dekat Presiden AS Donald Trump.

Iran menuduh kelompok oposisi, Mujahidin Rakyat Iran (MEK), mengatur rencana untuk mendiskreditkan Rouhani.

Pada Juli, pihak berwenang Belgia meminta ekstradisi kedua untuk Assadi dan seorang pria yang diidentifikasi sebagai Merhad A, yang ditahan di Paris.

Polisi Belgia yakin Merhad A. adalah kaki tangan dari tim suami-istri yang tertangkap di Brussels. Ketiganya adalah warga negara Belgia yang berasal dari Iran.

"Kami menyangkal tuduhan itu dan dengan keras mengutuk penangkapan diplomat Iran dan menyerukan pembebasannya segera," demikian pernyataan kementerian urusan luar negeri Iran pada 2 Oktober.

Namun, dinas keamanan Prancis yakin kementerian intelijen Iran berada di belakang plot yang digagalkan itu.

Sebagai pembalasan, pekan lalu Prancis mengumumkan membekukan aset Assadi selama enam bulan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
60 menit lalu

Trump Ngotot kepada Netanyahu, Negosiasi Nuklir dengan Iran Harus Berlanjut

Internasional
2 jam lalu

Turki Peringatkan AS, Iran Bisa Lebih Nekat jika Diserang Kembali

Internasional
5 jam lalu

Trump Ingin Pastikan Iran Tak Punya Senjata Nuklir

Internasional
19 jam lalu

Trump Bakal Kirim Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah: 1 Lagi Mungkin Menyusul!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal