“Kelaparan di Gaza adalah bencana buatan manusia. Sebagai kekuatan penjajah, Israel berkewajiban menyediakan makanan dan obat-obatan bagi warga sipil. Kita tidak bisa membiarkan situasi ini berlanjut tanpa hukuman. Tidak ada lagi alasan,” ujar Guterres, dikutip dari CNN, Sabtu (23/8/2025).
Pernyataan keras ini menandai peningkatan tekanan diplomatik terhadap Israel yang terus menghadapi kritik tajam karena menghalangi bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Dunia Terbelah
Krisis ini semakin memperlebar jurang diplomatik dunia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengakui bahwa kelaparan di Gaza adalah fakta nyata, meski pernyataan itu berlawanan dengan klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menegaskan tidak ada seorang pun yang kelaparan di wilayah tersebut.
Dengan status resmi kelaparan yang diumumkan PBB, tekanan internasional terhadap Israel diprediksi akan semakin meningkat. Banyak pihak kini menunggu apakah Dewan Keamanan PBB dan komunitas global benar-benar akan menjatuhkan sanksi atau tindakan hukum internasional terhadap Israel.