“Biasanya, ketika Anda mempersiapkan kunjungan pejabat tingkat tinggi ini, Anda merundingkan agenda apa yang akan dibicarakan secara pribadi dan rahasia. Itu salah satu aturan diplomasi," kata Gallagher.
Kepastian itu disampaikan setelah Pompeo, pada beberapa kesempatan, menuduh Gereja Katolik menempatkan otoritas moral dalam bahaya dengan memperbarui kesepakatan dengan China terkait pengangkatan uskup di negara itu.
Pompeo menegaskan kembali kecamannya atas isu kebebasan beragama di China di sebuah acara yang diselenggarakan Kedutaan Besar AS untuk Takhta Suci.
Perjanjian Vatikan dengan China yang berlangsung 2 tahun memberikan kewenangan bagi Paus Fransiskus untuk menunjuk uskup di China. Penunjukan itu akan habis pada bulan depan, namun diharapkan akan diperpanjang.
Para pejabat di Takhta Suci mengatakan, perjanjian itu sebenarnya tidak sempurna, namun menyebutnya sebagai langkah maju. Pasalnya selama puluhan tahun umat Katolik China yang mengakui kepemimpinan Paus diseret ke bawah tanah.