Rusia tampaknya semakin mengandalkan serangan-serangan udara menggunakan rudal. Meski demikian, Ukraina terus mendapatkan pasokan persenjataan dari Barat, termasuk sistem pertahanan udara. Para pemimpin Ukraina menegaskan mereka membutuhkan lebih banyak senjata untuk merontokkan pesawat dan helikopter Rusia. Di samping itu rudal-rudal antitank seperti Japelin tetap dipasok.
Kepala Staf Gabungan AS Mark A Milley, seperti dikutip dari The New York Times, Jumat (4/3/2022), mengatakan di medan perang, militer Ukraina menerapkan pertahanan sangat efektif dan bergerak berbekal pengetahuan medan wilayah sendiri untuk menahan pasukan Rusia di berbagai front.
Menurut dia, beberapa taktik yang digunakan pasukan Ukraina di antaranya menggunakan sistem senjata bergerak untuk mengganggu pergerakan pasukan Rusia di mana pun mereka bisa.
"Mereka bertempur dengan keterampilan dan keberanian luar biasa melawan pasukan Rusia," ujarnya.
Hal senada disampaikan mantan komandan Angkatan Darat AS Frederick B Hodges. Pasukan Ukraina, lanjut dia, belajar dengan sangat cepat di medan pertempuran.