Pasukan Rusia di Ukraina Dilaporkan Kehabisan Senjata, Benarkah?

Antara
Penampakan tank-tank BMP Rusia sebelum dikerahkan untuk menggempur Ukraina (ilustrasi). (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Pasukan Rusia di Ukraina dilaporkan kehabisan senjata. Sementara warga negeri beruang merah itu kini dikatakan mulai menyadari bahwa agresi militer Moskow terhadap negara tetangganya adalah sebuah langkah yang salah perhitungan. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Intelijen Siber Inggris (GCHQ), Jeremy Fleming, Selasa (11/10/2022). “Kami tahu, dan para komandan Rusia di lapangan tahu, bahwa pasokan dan amunisi mereka kini telah habis,” ujarnya saat menyampaikan pidato di lembaga pemikir Royal United Services Institute (RUSI) di London.

“Pasukan Rusia kelelahan. Eksploitasi tahanan untuk dukungan, dan kini mobilisasi puluhan ribu personel wajib militer yang belum berpengalaman, menunjukkan sebuah situasi yang putus asa,” katanya.

Bos mata-mata Inggris itu juga menuturkan, warga biasa Rusia banyak yang kabur dari wajib militer. Mereka pun kini menyadari tidak dapat lagi bepergian.

“Mereka sadar akses ke teknologi modern dan pengaruh eksternal akan dibatasi secara drastis. Mereka (warga Rusia) merasakan sejauh mana penderitaan kemanusiaan yang mengerikan yang disebabkan perang yang dipilih olehnya (Presiden Vladimir Putin),” ucap Fleming.

Dia juga menyinggung soal kemungkinan penggunaan senjata nuklir taktis oleh Rusia. Fleming berharap doktrin Rusia terkait penggunaan nuklir dan pendekatan Putin untuk perang di Ukraina, masih jauh dari kenyataan.

Pidato Fleming disampaikan sehari setelah Rusia meluncurkan puluhan rudal ke kota-kota Ukraina yang menurut Putin sebagai balasan atas ledakan yang terjadi sehari sebelumnya di Jembatan Kerch. Jembatan itu menjadi penghubung antara Krimea dan Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Negara-Negara Barat Kompak Kecam Israel Serang Lebanon: Hizbullah Akan Semakin Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal