Pasukan Rusia Culik Wali Kota di Ukraina, Nasibnya Belum Diketahui

Anton Suhartono
Wali Kota Melitopol Ivan Fedorov dibawa pasukan Rusia (Screengrab: Twitter/SSSCIP Ukraina)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Ukraina juga mengecam penculikan itu dengan menyebutnya sebagai kejahatan perang karena hukum internasional melarang penyanderaan warga sipil selama perang.

“Kami menyerukan masyarakat internasional untuk segera menanggapi penculikan Ivan Federov dan warga sipil lainnya, serta untuk meningkatkan tekanan kepada Rusia untuk mengakhiri perang biadab terhadap rakyat Ukraina," bunyi pernyataan.

Pasukan Rusia memasuki Melitopol pada hari kedua invasi atau 25 Februari. Setelah serangan itu, Fedorov memimpin beberapa demonstrasi menentang invasi, termasuk menggelar rapat umum pada 2 Maret yang dihadiri ribuan orang.

Pada 5 Maret, media lokal Ukrayinska Pravda melaporkan, Fedorov mengatakan situasi di kotanya semakin sulit karena kekurangan makanan dan obat-obatan. Dia telah meminta pasukan Rusia untuk membuka koridor kemanusiaan guna memberi kesempatan penduduk kota mengungsi, namun permintaan itu ditolak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal