Pasukan Nuklir Rusia Siaga Tinggi Tunggu Perintah Vladimir Putin Gempur Ukraina

Anton Suhartono
Rusia mengaktifkan 3 unit militer, yakni peluncur roket, armada Utara dan Pasifik, serta komando penerbangan jarak jauh untuk menyerang Ukraina (Foto: AP)

Dia kembali membela keputusannya menyerang Ukraina dengan alasan kelompok 'neo-Nazi' telah menguasai Ukraina dan mengancam keamanan Rusia. Tuduhan itu dianggap Ukraina dan Barat sebagai propaganda dan tak berdasar.

Saat pertama mengumumkan operasi militer khusus ke Ukraina pekan lalu, Putin juga mengancam pihak-pihak asing yang mencoba menghalanginya. Dia mengancam, pihak asing yang terlibat akan mendapatkan konsekuensi yang belum pernah ditemui sepanjang sejarah. Berbagai pihak yakin ancaman itu merujuk pada senjata nuklir.

Amerika Serikat mengomentari pernyataan Putin yang memerintahkan pasukan nuklir dalam siaga sangat tinggi sebagai retorika berbahaya.  Di sisi lain, AS bersama sekutu menghujani Rusia dengan berbagai sanksi yang memukul perekonomian. Tak sampai 4 hari sejak serangan dimulai, Barat membalas keputusan Rusia itu dari sisi politik, strategi, ekonomi, dan bisnis dalam jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu Juru Bicara Kemhan Rusia Igor Konashenkov kembali menegaskan negaranya tidak memulai permusuhan. Pihaknya hanya ingin menyudahi ancaman Ukraina terhadap negaranya, terutama di Dontesk dan Luhansk atau dikenal dengan Donbass.

Menurut Konashenkov, Ukraina telah membunuh 14.000 warga sipil di Donbass, termasuk ratusan anak-anak, selama 8 tahun terakhir.

"Ini harus diakhiri, ini harus diakhiri ancaman tak berujung dari rezim Kiev terhadap Rusia. Rusia akan melakukannya," ujar Konashenkov.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!

57 tahun lalu

Rusia Ngamuk Bombardir Kiev Hancurkan Gedung-Gedung, 11 Orang Tewas Puluhan Luka

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal