"Berdasarkan pernyataan wakil presiden yang jelas dan tegas bahwa dia telah menyewa seorang pembunuh untuk membunuh presiden jika dugaan rencana terhadapnya berhasil, sekretaris eksekutif telah merujuk ancaman aktif ini ke Komando Keamanan Presiden untuk tindakan yang tepat dan segera," ucap PCO.
"Setiap ancaman terhadap nyawa presiden harus selalu ditanggapi dengan serius, terlebih lagi ancaman ini telah diungkapkan kepada publik dengan jelas dan pasti," tuturnya.
Sebelumnya, pada hari Jumat Sara Duterte mengklaim bahwa dia telah menyewa seorang pembunuh untuk membunuh Marcos dan istrinya jika sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Dia juga mengklaim bahwa Ketua DPR Filipina Martin Romualdez menginginkannya mati dan menuduh bahwa dia adalah ancaman terbesar bagi ambisi politiknya dalam pemilihan nasional 2028.
"Saya telah berbicara dengan seseorang. Saya mengatakan kepadanya bahwa jika saya terbunuh, dia harus membunuh (Marcos), Liza Araneta, dan Martin Romualdez. Tidak bercanda. Saya sudah meninggalkan instruksi," kata Duterte.