Pasang Alat Baru di Fasilitas Nuklir, Iran Bisa Perkaya Uranium Hampir 4 Kali Lipat

Anton Suhartono
Fasilitas nuklir Natanz (Foto: DW)

Ini melanggar kesepakatan nuklir tahun 2015 JCPOA yang diteken enam negara, sebelum Amerika Serikat keluar pada 2018.

Disebutkan, Iran sebelumnya sudah memperkaya dengan memanfaatkan satu kaskade atau klaster dari 174 mesin IR-2m di Natanz. 

Pada Desember lalu, Iran sudah memberi tahu IAEA tentang rencana memasang tiga kaskade IR-2m di fasilitas tersebut.

"Badan itu juga memverifikasi bahwa pemasangan yang kedua dari tiga kaskade sentrifugal IR-2m hampir selesai dan pemasangan kaskade ketiga telah dimulai," bunyi laporan.

Sebelumnya menteri energi Israel Yuval Steinitz mengatakan, Iran membutuhkan sekitar 6 bulan untuk menghasilkan bahan yang cukup untuk membuat satu senjata nuklir. Waktu tersebut di luar perkiraan dari yang diantisipasi pemerintahan Amerika Serikat di bawah Joe Biden.

Israel juga mewaspadai rencana pemerintahan Biden untuk kembali ke perjanjian nuklir Iran, setelah Donald Trump membawa AS keluar.

Pemerintahan Biden menilai, apa yang dilakukan Trump menjadi bumerang karena justru mendorong Iran untuk meperkaya uranium, keluar dari kesepakatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Iran Lagi: Kami Akan Serang Lebih Keras!

57 tahun lalu

Said Iqbal Ungkap Ribuan Pekerja di Jabar hingga Jatim Terancam PHK, Ada Apa?

57 tahun lalu

Panas! Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal