Partai Demokrat AS Tak Percaya Konflik Iran Sudah Selesai: Kita Diseret ke Perang Panjang

Anton Suhartono
Partai Demokrat AS menilai perang melawan Iran belum benar-benar berakhir dan justru berpotensi menyeret Washington ke konflik berkepanjangan (Foto: US Navy)

WASHINGTON, iNews.id - Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) menilai perang melawan Iran belum benar-benar berakhir dan justru berpotensi menyeret Washington ke konflik berkepanjangan. Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer menuduh Presiden Donald Trump sengaja membawa AS ke perang mahal tanpa tujuan yang jelas.

Schumer bahkan menyebut klaim pemerintahan Trump bahwa konflik dengan Iran telah usai sebagai omong kosong. Dia menegaskan situasi masih jauh dari selesai, apalagi setelah perundingan damai terbaru dengan Iran kembali gagal.

“Donald Trump menyeret Amerika ke dalam perang, perang ilegal dan mahal tanpa tujuan apa pun, tanpa akhir yang jelas,” kata Schumer, dikutip dari Anadolu, Rabu (13/5/2026).

Politisi Demokrat itu mengatakan, pemerintahan Trump telah melampaui batas waktu 60 hari yang diatur dalam Undang-Undang Kekuatan Perang (WPA). Menurut aturan tersebut, operasi militer harus dihentikan jika presiden tidak memperoleh persetujuan Kongres.

“Sudah lebih dari seminggu sejak kita mencapai ambang batas 60 hari berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang, yang berarti permusuhan harus dihentikan kecuali Trump mendapatkan otorisasi dari Kongres,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Bukan Hanya Uni Amirat, Arab Saudi Diam-Diam Juga Serang Iran

Internasional
5 jam lalu

Uni Emirat Arab Diam-Diam Ikut Serang Iran, AS Beri Apresiasi

Internasional
6 jam lalu

Iran Siap Perang Lagi, Hampir Seluruh Fasilitas Rudal Pulih Setelah Dibombardir AS-Israel

Internasional
6 jam lalu

Presiden Kolombia Petro Tolak Mentah-Mentah Rencana AS Caplok Venezuela

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal