Parlemen Swiss Tolak Izinkan Ekspor Ulang Peralatan Militer ke Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Prinsip netralitas Swiss tidak mengizinkan ekspor ulang peralatan militer buatan negara itu ke Ukraina (ilustrasi). (Foto: Reuters)

BERN, iNews.id – Parlemen Swiss menolak usulan untuk mengizinkan ekspor ulang peralatan militer buatan negara itu ke Ukraina. Hal tersebut terungkap lewat laporan media lokal, Kamis (1/6/2023).

Anggota parlemen yang menolak usulan tersebut—yang juga dikenal sebagai Lex Ukrainе—berjumlah 98 suara. Sementara 74 suara menyatakan dukungannya, menurut surat kabar Swiss, Le Matin.

RUU tersebut diajukan oleh Komite Kebijakan Keamanan Dewan Negara Swiss. Tujuannya adalah untuk mencari penerapan hukum internasional yang lebih efektif dan memberikan kelonggaran yang lebih besar dalam kebijakan netralitas negara itu.

Penentang RUU itu mengatakan, netralitas mewajibkan Swiss untuk tidak mengambil bagian dalam konflik antarnegara mana pun. Swiss juga tidak diperkenankan memasok senjata ke pihak yang bertikai. Prinsip netralitas itu juga mengharuskan Swiss untuk tidak memberikan preferensi kepada salah satu pihak yang berkonflik.

Pada pertengahan Mei, Sekretaris Komite Kebijakan Keamanan Dewan Negara Swiss, Pierre-Yves Breuleux mengatakan, pihaknya tidak dapat mengonfirmasi apakah amendemen Undang-Undang Ekspor Ulang Senjata Swiss juga berlaku dalam kasus Ukraina. Dia menambahkan, amendemen tersebut tidak dapat disetujui oleh parlemen hingga musim semi 2024.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal