Parlemen Irak Sahkan UU yang Melarang Normalisasi Hubungan dengan Israel

Anton Suhartono
Irak dipastikan tak akan menormalisasi hubungan dengan Israel (Foto: Reuters)

BAGHDAD, iNews.id - Irak dipastikan tak akan mengikuti jejak negara-negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Parlemen Irak pada Kamis kemarin mengesahkan undang-undang (UU) yang melarang pemerintah berdamai dengan negara Yahudi itu.

Irak tidak pernah mengakui negara Israel sejak berdiri pada 1948. Oleh karena itu warga Irak tidak bisa mengunjungi Israel demikian sebaliknya. UU yang baru disahkan ini semakin mempertegas, akan mengkriminalisasi setiap upaya untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

Draf UU itu diusulkan ulama Syiah berpengaruh Moqtada Al Sadr. Partai Al Sadr memang punya sikap keras terhadap Israel dan Amerika Serikat. Partainya memenangkan lebih banyak kursi di parlemen dalam pemilihan Oktober 2021.

Seorang anggota parlemen pendukung Al Sadr menjelaskan, partainya mengusulkan UU ini untuk meredam tuduhan partai-partai oposisi yang didukung Iran bahwa Sadr berkoalisi dengan Sunni dan Kurdi yang menjalin hubungan rahasia dengan Israel.

Politikus Syiah lainnya Hassan Salim mengatakan, pengesahan UU ini merupakan kemenangan bagi rakyat Irak.

"Pengesahan UU ini bukan hanya kemenangan bagi rakyat Irak, tapi juga bagi para pahlawan di Palestina dan Hizbullah di Lebanon," kata Salim, dikutip dari Reuters, Jumat (27/5/2022).

Beberapa negara Arab, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko, menormalisasi hubungan dengan Israel. Mereka meneken perjanjian damai bernama Kesepakatan Abraham yang ditengahi pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump pada 2020.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS

57 tahun lalu

Survei: Sebagian Besar Warga Israel Yakin Netanyahu Gagal dalam Perang Lawan Iran

57 tahun lalu

Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal