Papan Nama 'Trump' Diturunkan dari Trump International Hotel di New York

Nathania Riris Michico
Seorang pejalan kaki melintas di depan gedung Trump World Tower di kawasan Manhattan, New York, 30 April 2019. (FOTO: REUTERS)

Selama bertahun-tahun, warga membayar kepada organisasi yang sama.

Perusahaan itu tampaknya banyak belajar dan mengubah strateginya, dengan meminimalkan penggunaan nama Trump secara harafiah; seperti yang tampak di sisi gelanggang es Central Park yang terkenal.

"Saya kira strategi merek bukan hanya soal logo, ini lebih dari 'lihat aku! ini aku!' Memperkecil logo mungkin akan membantu. Tetapi nama Trump di gedung-gedung itu sudah menjadi obyek wisata, sehingga saya kira orang tidak akan berhenti datang ke sana," tuturnya.

"Jika Anda berjalan melewati gedung di mana dia tinggal pun, Anda akan melihat ratusan orang setiap hari berfoto di depannya. Ini pertanda baik atau buruk?" ujar Soriano.

Soriano yakin situasi politik dan ekonomi melewati siklus perkembangan. Meskipun pada saat ini merk Trump sedang melalui masa-masa sulit, hal itu akan berlalu.

"Saya pikir ini merupakan siklus, dan tidak akan menimbulkan dampak. Anak-anak Trump, yang semuanya memiliki pendidikan master dalam bidang bisnis, pasti akan membuat strategi perusahaan yang membantu keluar dari siklus sulit ini. Sebagian strategi perusahaan itu adalah memperkecil logo, tidak terlalu tampil. Ini langkah yang baik. Sekarang semua tentang komunikasi. Bagaimana mengkomunikasikan pesan yang tepat," jelasnya.

Namun untuk saat ini, nama Trump, setidaknya di Kota New York, tidak memberi dampak positif pada kerajaan real estatnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
3 menit lalu

6 Poin Hasil Pertemuan Trump dengan Xi Jinping, dari Perdagangan hingga Nuklir Iran

Internasional
2 jam lalu

AS Klaim Hancurkan Gunung Tempat Fasilitas Nuklir Iran: Kita Akan Dapatkan Uranium!

Bisnis
3 jam lalu

Trump Boyong Miliarder ke China Temui Xi Jinping, Ada Orang Terkaya Dunia hingga Ikon AI

Internasional
3 jam lalu

Daftar 15 CEO AS Diajak Trump ke China, Kekayaaan Gabungan Tembus Rp17.500 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal