Pangeran Saudi Sebut Negaranya Nyaris Normalisasi Hubungan dengan Israel sebelum Serangan Hamas 7 Oktober

Ahmad Islamy Jamil
Duta Besar Arab Saudi untuk Inggris, Pangeran Khalid bin Bandar al-Saud. (Foto: IMO)

Menurut Pangeran Khalid kepentingan Palestina adalah perhatian utama dalam negosiasi Saudi dengan Israel. Dia pun menyatakan, kepentingan rakyat Palestina adalah yang paling penting. 

“Ini bukan rencana perdamaian Saudi-Israel, ini adalah rencana perdamaian Palestina-Israel,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah Hamas dapat memainkan peran dalam masa depan Negara Palestina, dia mengatakan, hal ini memerlukan banyak pemikiran dan kerja keras. “Jika Anda melihat Irlandia saat ini, banyak anggota partai terbesarnya saat ini yang sudah dicap sebagai teroris 40 tahun lalu di Inggris,” ucap sang pangeran.

Karena itu, menurut dia selalu ada ruang untuk perubahan jika semua orang punya optimisme dan harapan. Namun ketika terjadi perang, hal pertama yang harus disadari oleh semua pihak adalah tidak ada pemenang dalam konflik tersebut.

“Dan ketika kedua belah pihak kalah, kedua belah pihak kemudian bersedia berkompromi. Dan jika tidak ada kompromi, tidak ada solusi.”

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Mobil Dibom Israel, Jubir Hamas Lolos dari Pembunuhan

57 tahun lalu

PM Israel Netanyahu: Perang Lawan Iran Belum Selesai!

57 tahun lalu

Palestina Akhirnya Gelar Pemilu Legislatif Tahun Ini, Pertama sejak 20 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal