Panduan Pilpres AS 2024, Begini Cara Menentukan Pemenang antara Trump atau Harris

Anton Suhartono
Pilpres AS 2024 digelar pada Rabu (5/11) waktu setempat. Kandidat Partai Demokrat Kamala Harris akan berhadapan dengan pesaingnya dari Republik, Donald Trump (Foto: AP)

Alternatif lain, seorang capres bisa menang telak dan masih memperoleh jumlah suara elektoral yang sama.

Oleh karena itu, sangat mungkin bagi seorang kandidat untuk memenangkan posisi presiden melalui persaingan ketat di negara bagian, meskipun total suara secara nasional yang didapat lebih sedikit.

Hanya ada dua negara bagian yakni Maine dan Nebraska yang membagi suara Electoral College menurut proporsi suara yang diterima masing-masing kandidat. Inilah sebabnya mengapa capres lebih mengincar negara bagian tertentu, ketimbang memenangkan sebanyak mungkin suara nasional.

Setiap kemenangan di negara bagian, semakin mendekatkan mereka dengan 270 suara elektoral yang dibutuhkan.

Dua dari lima pilpres AS sebelum 2020 dimenangkan oleh kandidat yang memiliki suara lebih sedikit dibandingkan pesaing mereka. Para capres bisa saja lebih populer dari pesaingnya, namun gagal memenangkan 270 suara elektoral.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal