Pandemi Virus Korona, Ketika Dokter di Italia Harus Memilih Pasien yang Dirawat atau Dibiarkan Meninggal

Nathania Riris Michico
Pegawai rumah sakit yang mengenakan masker dan perlengkapan perlindungan berbicara kepada pasien di tenda darurat yang didirikan di luar departemen kecelakaan dan darurat di Italia. (FOTO: Miguel MEDINA / AFP)

Pada kesaksian tersebut, dia menjelaskan bagaimana timnya "kewalahan oleh tsunami pasien" dan peralatan medis untuk masalah pernapasan, seperti ventilator, menjadi luar biasa berharga layaknya emas.

"Kasus-kasus berlipat ganda, (kami menerima) 15-20 pasien per hari, semua karena alasan yang sama. Hasil uji swab kini muncul satu demi satu: positif, positif, positif. Tiba-tiba (ruang gawat darurat) ER kolaps," katanya.

"Beberapa kolega kami yang terinfeksi juga punya kerabat yang terinfeksi, dan beberapa kerabat mereka sudah berjuang antara hidup dan mati."

Dr Salaroli mengatakan kepada surat kabar Corriere bahwa beban emosi staf medis sangat berpengaruh dan beberapa dokter di dalam timnya "remuk" oleh pilihan-pilihan yang terpaksa dibuat.

"Bisa terjadi pada dokter kepala begitu pula dengan dokter muda yang baru tiba dan harus memutuskan nasib seorang manusia. Saya ulangi, dalam skala besar," ujarnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selamat! Maarten Paes Resmi Lamar Luna Bijl di Italia: She Said Yes

57 tahun lalu

Aktivis GSF Diculik dan Disiksa, Italia Pertimbangkan Gugat Israel

57 tahun lalu

Terungkap, 3 Pelaku Jambret WN Italia di Bundaran HI Sudah Beraksi 120 Kali!

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Penjambret WN Italia di Bundaran HI Jakpus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal