Hamas, salah satu faksi yang merupakan pesaing utama Abbas, menyambut baik pengumuman tersebut.
"Kami telah mengupayakan dalam beberapa bulan terakhir untuk menyelesaikan semua hambatan sehingga dapat mencapai hari ini," demikian pernyataan Hamas.
Hamas berharap pemilu berjalan dengan adil, di mana para pemilih dapat mengekspresikan keinginan mereka tanpa batasan atau tekanan.
Pengumuman yang disampaikan Jumat (15/1/2021) itu hanya selang beberapa hari sebelum pelantikan presiden AS terpilih Joe Biden, sebuah sinyal bahwa Palestina ingin membina hubungan baru dengan AS setelah melewati masa-masa terburuk di bawah kepemimpinan Donald Trump.
"Seolah-olah Palestina memberi tahu pemerintah AS yang akan datang, 'kami siap untuk terlibat'," kata analis Gaza, Hani Habib.