Palestina Ajukan Keanggotaan Penuh BRICS tapi Belum Ditanggapi

Anton Suhartono
Palestina mengajukan permohonan keanggotaan penuh di BRICS (Foto: AP)

"(BRICS) Merupakan platform penting bagi kerja sama antara emerging market dengan negara-negara berkembang, serta sumber dorongan kuat bagi multipolaritas dan demokrasi yang lebih besar dalam hubungan internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Guo Jiakun.

BRICS, lanjut dia, semakin diakui lebih luas oleh negara-negara Selatan.

BRICS dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, dan China pada 2006. Lima tahun kemudian Afrika Selatan bergabung sehingga namanya berubah menjadi BRICS.

Keanggotaan blok kerja sama ekonomi ini terus bertambah. Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Etiopia, dan Iran bergabung pada 2024, menyusul setahun kemudian Indonesia.

Sementara negara-negara mitra yang bekerja sama dengan BRICS antara lain Belarusia, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina

57 tahun lalu

Prabowo Terima Surat Kepercayaan 8 Dubes Negara Sahabat, Ada Filipina hingga Palestina

57 tahun lalu

Istana Kepresidenan Slovenia Kibarkan Bendera Palestina, Singgung Genosida Gaza

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal