"(BRICS) Merupakan platform penting bagi kerja sama antara emerging market dengan negara-negara berkembang, serta sumber dorongan kuat bagi multipolaritas dan demokrasi yang lebih besar dalam hubungan internasional," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Guo Jiakun.
BRICS, lanjut dia, semakin diakui lebih luas oleh negara-negara Selatan.
BRICS dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, dan China pada 2006. Lima tahun kemudian Afrika Selatan bergabung sehingga namanya berubah menjadi BRICS.
Keanggotaan blok kerja sama ekonomi ini terus bertambah. Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Etiopia, dan Iran bergabung pada 2024, menyusul setahun kemudian Indonesia.
Sementara negara-negara mitra yang bekerja sama dengan BRICS antara lain Belarusia, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.