Politisi LDP dan Pendukung Takaichi Membela
Di tengah kritik, sejumlah anggota Partai Demokrat Liberal (LDP) membela Takaichi. Mereka justru menuding anggota parlemen oposisi sebagai penyebab utama, karena menurut mereka pertanyaan yang diajukan datang terlalu terlambat sehingga memaksa Takaichi bekerja ekstra keras.
Midori Matsushima, anggota parlemen LDP, menulis:
“Bahkan seorang yang gila kerja seperti PM Takaichi pun tidak mau bekerja pukul 03.00,” ujarnya di platform X, menegaskan bahwa situasi itu murni insidental.
Yoshihiko Noda, mantan perdana menteri sekaligus pemimpin oposisi, bahkan menyebut langkah Takaichi “aksi gila”.
“Boleh saja dia bekerja, tapi tidak seharusnya menyeret orang lain. Semua orang tidur pada jam itu,” ujar Noda, mengkritik keras tindakan penerusnya.
Dilema Jepang: Antara Produktivitas dan Kesejahteraan
Kontroversi ini muncul di tengah perdebatan besar soal rencana pelonggaran batas lembur di Jepang, kebijakan yang didukung Takaichi. Saat ini, batas lembur 45 jam per bulan diberlakukan sejak 2019, setelah kasus tragis Matsuri Takahashi dari perusahaan Dentsu yang bunuh diri akibat lembur lebih dari 100 jam.