“Perundingan Islamabad merupakan momen bersejarah tersendiri,” kata Sharif, dalam rapat kabinet, Senin (13/4/2026).
Menurut dia, Pakistan saat ini fokus merampungkan isu-isu krusial yang belum disepakati kedua pihak. Namun, waktu yang tersedia cukup terbatas karena hanya berlangsung selama masa gencatan senjata dua pekan yang akan segera berakhir.
“Semua upaya sedang dilakukan untuk menyelesaikan beberapa masalah yang tertunda,” ujarnya.
Gencatan senjata selama 2 minggu tercapai berkat kerja sama diplomatik antara Pakistan, Turki, Arab Saudi, dan Mesir, setelah konflik pecah pada 28 Februari lalu. Kesepakatan sementara ini menjadi celah penting bagi upaya perdamaian yang lebih permanen.
Kendati demikian, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menilai suasana perundingan tetap positif. Ia melihat kondisi ini sebagai sinyal bahwa dialog lanjutan masih sangat mungkin terjadi.
“Saya tidak ingin berspekulasi, tapi ada peluang,” katanya.