Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Anton Suhartono
Shehbaz Sharif mengungkap ada pihak-pihak yang berupaya menggagalkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran (Foto: AI)

ISLAMABAD, iNews.id - Perdana Menteri PakistanShehbaz Sharif mengungkap adanya pihak-pihak yang berupaya menggagalkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurut Sharif, pihak tersebut tidak menginginkan Iran bangkit dan pulih setelah perang yang berkepanjangan.

“Mereka tidak ingin bangsa Iran, sebuah bangsa besar, bangkit dari puing-puing perang dan mencapai puncak kejayaan,” kata Sharif usai bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Islamabad pada Selasa lalu, seperti dikutip dari Anadolu.

Sharif juga memperingatkan adanya potensi sabotase dari pihak-pihak yang tidak senang dengan tercapainya perdamaian antara AS dan Iran. Karena itu, dia menegaskan Pakistan akan terus berperan sebagai mediator guna memastikan kesepakatan yang telah dicapai dapat berjalan dan menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sharif saat menegaskan bahwa program rudal balistik Iran tidak menjadi bagian dari nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani AS dan Iran di Islamabad pada 17 Juni lalu.

“Saya bisa menyampaikan, dengan wewenang penuh, MoU ini tidak menyebutkan tentang rudal balistik. Itu tidak pernah dibahas, tidak pernah ada dalam agenda, dan pihak Iran bahkan tidak pernah ingin membahasnya,” ujar Sharif.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

57 tahun lalu

Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama

57 tahun lalu

Intelijen AS Kaget, Drone Iran Bentuk Formasi Ubur-Ubur Tembak Jatuh Jet Tempur F-15

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal