"Termasuk Golden Dome, yang dirancang untuk menembak jatuh hulu ledak di ketinggian lebih tinggi," kata Gelloti.
Presiden Rusia Vladimir, saat mengumumkan uji coba rudal tersebut pada 26 Oktober, menyebut Burevestnik sebagai senjata unik yang tidak dimiliki negara lain.
Menurut Putin, rudal Burevestnik memiliki kemampuan manuver yang tak terduga serta kebal terhadap sistem pertahanan rudal modern maupun masa depan.
Senjata ini, kata dia, dirancang untuk menembus lapisan pertahanan udara yang dibangun Amerika Serikat dan NATO, menjadikannya salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah militer Rusia modern.
“Kita perlu menentukan kemungkinan penggunaannya dan mulai mempersiapkan infrastruktur untuk menyebar senjata-senjata ini ke militer,” ujar Putin.