Paguyuban Mantan Pemimpin Dunia The Elders Minta Trump Terima Kekalahan Pilpres AS

Anton Suhartono
Donald Trump diminya menerima kekalahan dalam pilpres AS (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - The Elders, paguyuban para mantan pemimpin dunia, prihatin atas penolakan Presiden Donald Trump terhadap hasil pilpres Amerika Serikat (AS) yang memenangkan Joe Biden.

Paguyuban menilai sikap Trump itu menunjukkan tidak menghormati integritas demokrasi AS.

The Elders didirikan oleh mendiang mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dan kini diketuai mantan Presiden Irlandia Mary Robinson. Masuk dalam kelompok ini adalah janda Nelson Mandela Graca Machel, mantan Sekjen PBB Ban Ki Moon, mantan presiden Kolombia dan Liberia pemenang Hadiah Nobel, serta sederet mantan pemimpin dunia lainnya. Mantan Presiden AS Jimmy Carter merupakan anggota kehormatan.

"(Sikap Trump) Membahayakan berfungsinya demokrasi Amerika," bunyi pernyataan The Elders, seraya menyerukan agar dia menerima hasil penghitungan suara.

Trump sedang mengupayakan jalur hukum untuk membatalkan pilpres AS 3 November, terutama di beberapa negara bagian yang hasil penghitungan suaranya ketat. Langkah itu diambil meskipun tidak ada bukti penyimpangan yang dapat memengaruhi hasil pilpres.

"Penegasan tentang kecurangan pemilu oleh presiden serta beberapa pejabat senior pemerintahan dan Partai Republik yang diberikan tanpa bukti kuat, menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap integritas dan kemandirian lembaga demokrasi dan hukum AS," kata The Elders.

Dilanjutkan, situasi ini bisa dimanfaatkan para penguasa otokratis dan aktor jahat yang ingin merusak demokrasi dan supremasi hukum di seluruh dunia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal