Oxfam: Kekayaan 5 Orang Paling Tajir di Dunia Naik Rp7.212 Triliun sejak 2020

Ahmad Islamy Jamil
Elon Musk, orang terkaya di dunia. (Foto: Dok./iNews)

Mereka juga menuduh perusahaan-perusahaan telah mendorong ketimpangan ekonomi dengan melakukan perang terhadap perpajakan yang berkelanjutan dan sangat efektif, dengan konsekuensi yang luas. Oxfam mengatakan, negara-negara menyerahkan kekuasaan kepada monopoli, sehingga memungkinkan perusahaan untuk memengaruhi upah yang diterima masyarakat, harga pangan, dan obat-obatan yang dapat diakses oleh individu. 

“Di seluruh dunia, sektor swasta tanpa henti mendorong tarif (pajak) yang lebih rendah, lebih banyak celah, kurang transparan, dan langkah-langkah lain yang bertujuan untuk memungkinkan perusahaan berkontribusi sesedikit mungkin terhadap kas negara,” tambah Oxfam. 

Badan amal tersebut mengatakan, berkat lobi yang intensif terhadap pembuatan kebijakan perpajakan, perusahaan-perusahaan akhirnya dapat membayar pajak perusahaan yang lebih rendah. Hal tersebut pada gilirannya membuat pemerintah kehilangan uang yang dapat digunakan untuk mendukung keuangan kelompok termiskin di masyarakat. 

Pajak perusahaan telah turun secara signifikan di negara-negara OECD dari 48 persen pada 1980 menjadi 23,1 persen pada tahun 2022, kata Oxfam. Untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut, Oxfam menyerukan "pajak kekayaan" bagi para jutawan dan miliarder dunia yang menurut mereka dapat menghasilkan 1,8 triliun dolar AS setiap tahunnya. 

Badan amal tersebut juga menyerukan untuk membatasi gaji para CEO dan menghancurkan monopoli swasta.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX

57 tahun lalu

Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX

57 tahun lalu

Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX

57 tahun lalu

David Beckham Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Hartanya Tembus Rp17,8 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal