Nigeria Ingatkan Trump Tak Langgar Kedaulatan Wilayah terkait Tuduhan Pembunuhan Umat Kristen

Anton Suhartono
Nigeria mengingatkan Donald Trump tidak melanggar kedaulatan wilayahnya, terkait tuduhan pembunuhan umat Kristen (Foto: AP)

ABUJA, iNews.id - Pemerintah Nigeria mengingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak melanggar kedaulatan negaranya, menyusul ancaman penggunaan kekuatan militer terkait tuduhan pembunuhan terhadap umat Kristen. Abuja menegaskan, tuduhan Trump tidak berdasar dan situasi keamanan di Nigeria jauh lebih kompleks dari sekadar isu agama.

Peringatan itu disampaikan setelah Trump menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai opsi militer, termasuk pengiriman pasukan atau serangan udara ke Nigeria. Dia menyebut kelompok militan negara Afrika itu membunuh umat Kristen dalam jumlah besar.

Trump Ancam Gunakan Kekuatan Militer

Trump mengatakan AS sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk merespons kekerasan di Nigeria, termasuk kemungkinan intervensi militer. Namun, pernyataan itu segera ditanggapi keras oleh pemerintah Nigeria. 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Nigeria Kimiebi Imomotimi Ebienfa menegaskan, tuduhan Trump tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Kami tidak senang dengan situasi keamanan yang sedang kami alami, tapi jika mengikuti narasi (bahwa hanya umat Kristen yang menjadi korban), tidak, itu tidak benar. Tidak ada genosida Kristen di Nigeria,” ujarnya, dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Kelompok Militan Serang Semua Agama

Ebienfa menjelaskan, kelompok bersenjata seperti Boko Haram dan organisasi teror lain yang berafiliasi dengan Al Qaeda dan ISIS telah menargetkan semua lapisan masyarakat tanpa memandang agama.

“Umat Muslim juga dibunuh. Penganut agama tradisional juga dibunuh. Mayoritas korban bukan umat Kristen,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah Nigeria tidak pernah membiarkan pembunuhan warga sipil terjadi, dan semua tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok teroris merupakan kehilangan besar bagi negara.

“Pembunuhan warga Nigeria mana pun, di bagian mana pun di negara ini, merupakan kehilangan bagi pemerintah,” ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
58 menit lalu

Menlu Iran Blak-blakan Tak Percaya dengan AS: Ada Kemungkinan Mereka Menipu!

Internasional
14 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
18 jam lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia

Internasional
20 jam lalu

Ngeri! Pesawat Mendarat Darurat di Jalan Raya Hantam Mobil

Internasional
21 jam lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Inggris, Pangeran Andrew Dituduh Bocorkan Rahasia Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal