GAZA, iNews.id - Khamis Jouda, mahasiswa asal Jalur Gaza, Palestina, mengisahkan dahsyatnya pertempuran antara tentara pemerintah Sudan dengan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Perang saudara untuk memperebutkan kekuasaan itu telah menewaskan 300 orang lebih dan melukai ribuan lainnya.
Selain itu, pasokan listrik terputus, ditambah semakin menipisnya persediaan makanan dan air bersih.
Mahasiswa kedokteran sebuah universitas di Khartoum itu dievakuasi bersama ratusan orang lainnya dari Sudan melalui perbatasan Mesir.
Menurut Jouda, dia tak pernah melihat pertempuran seperti itu. Bahkan tak terjadi dalam perang antara pejuang Palestina dan pasukan Zionis Israel di Gaza.
"Kami menyaksikan kejadian-kejadian yang belum pernah dilihat sebelumnya. Semua orang mengkhawatirkan keselamatan masing-masing," kata pria 25 tahun itu, seperti dilaporkan kembali Reuters, Rabu (26/4/2023).