Ngeri, Myanmar Menghadapi Perang Saudara Berskala Besar

Anton Suhartono
Myanmar menghadapi perang saudara berskala besar (Foto: Reuters)

Dalam pertemuan virtual itu Christine juga mengecam pembunuhan dan penangkapan demonstran yang dilakukan pasukan keamanan. 

Dia mengutip data kelompok hak sipil, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, hingga Rabu, sekitar 2.729 orang ditangkap, didakwa, atau dijatuhi hukuman sejak kudeta. Sementara 536 orang tewas.

Dewan Keamanan (DK) mengadopsi pernyataan presidensial, satu langkah di bawah resolusi, menyerukan penghentian kudeta, mengutuk keras kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai. 

Pernyataan itu juga menekankan perlunya menegakkan kembali pemerintahan dan proses demokrasi serta menyerukan pembebasan segera para pemimpin pemerintah yang ditahan, termasuk Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

Pernyataan ini lebih lemah daripada draf resolusi awal yang disampaikan Inggris, yang mengutuk kudeta dan mengancam tindakan di bawah Piagam PBB (sanksi) jika situasi semakin memburuk.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam

Nasional
2 hari lalu

PBB Terancam Bangkrut, Kemlu: Kita Telah Melaksanakan Kewajiban Kita

Internasional
2 hari lalu

Nah, Elon Musk Sebut Perang Saudara di AS Telah Pecah

Internasional
3 hari lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal