Ngeri, Langit Yunani Berwarna Oranye Kemerahan

Maria Christina Malau
Langit di sejumlah kota di Yunani Selatan berwarna oranye kemerahan pada Selasa 23 April lalu karena badai debu dari Gurun Sahara. (Foto: tangkapan layar YouTube Disaster Compilations)

Kostas dalam unggahan di Facebook tanggal 23 April juga membandingkan Athena yang diselimuti kabut oranye dengan "koloni di Mars."

"Peristiwa ini merupakan salah satu episode konsentrasi debu dan pasir yang paling serius dari Sahara sejak 21-22 Maret 2018, ketika awan menyerbu Pulau Kreta secara khusus,” kata Kostas kepada AFP dan AP.

Namun, badai debu Sahara relatif umum terjadi dengan awan yang sebelumnya membawa angin utara ke Yunani pada akhir Maret dan awal April. Badai debu awal bulan ini juga membawa partikel-partikel halus ke Swiss dan Perancis selatan.

Menurut AP, antara 66 juta dan 220 juta ton (60 juta hingga 200 juta metrik ton) debu mineral diembuskan dari Sahara setiap tahun. Partikel-partikel terbesar dengan cepat jatuh kembali, namun bintik-bintik terkecil dapat menyebar ribuan mil melintasi Eropa. Awan debu Sahara juga dapat melintasi Samudra Atlantik.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Detik-Detik Munculnya Benda Bercahaya di Langit Lampung Diungkap Peneliti, Faktanya Mengejutkan!

Nasional
2 hari lalu

Viral Benda Bercahaya Melintas di Langit Lampung, Bukan Meteor tapi Sampah Antariksa!

Sains
18 hari lalu

Apa Itu Godzilla El Nino, Fenomena Ekstrem yang Bikin Kemarau Indonesia Lebih Panjang?

Sains
1 bulan lalu

Besok Ada Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Catat Jamnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal