“Tiga korban adalah anggota dewan kondominium (apartemen), tetapi motif penembakan masih diselidiki,” ujarnya.
Mengutip dokumen pengadilan, surat kabar Globe and Mail melaporkan, Villi dan para tetangganya di apartemen itu terlibat konflik selama bertahun-tahun. Putusan pengadilan pada 2019 melarang Villi berkomunikasi dengan dewan apartemen ataupun karyawan apartemen.
Dalam sebuah video Facebook yang diunggah sebelum kejadian, seorang pria lansia yang mengidentifikasi dirinya sebagai Villi berbicara tentang perselisihannya dengan dewan apartemen. Dia menuduh para anggota dewan itu telah bersekongkol dengan pejabat pengadilan untuk melawan dirinya. “Mereka bekerja untuk menghancurkanku,” tuturnya.
Kantor berita Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi keaslian video tersebut. Seorang juru bicara polisi pun menolak mengomentari video tersebut.
Pihak berwenang menemukan pistol semiotomatis yang mereka yakini digunakan tersangka dalam penembakan itu. Juru Bicara Unit Investigasi Khusus (SIU) Ontario, Kristy Denette, juga tidak bisa memastikan apakah senjata itu diperoleh secara legal oleh tersangka.