Ngeri, Begini Detik-Detik Baku Tembak Polisi dengan Bandar Narkoba yang Tewaskan 25 Orang

Ahmad Islamy Jamil
Polisi Brasil menggerebek kampung narkoba di Rio de Janeiro, Kamis (6/5/2021). (Foto: Reuters)

Pertumpahan darah tersebut memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International. Organisasi itu mengutuk polisi atas penghilangan nyawa orang dengan cara “tercela dan tidak dapat dibenarkan” di lingkungan yang sebagian besar dihuni oleh orang-orang kulit hitam dan rakyat miskin.

“Jumlah orang yang tewas dalam operasi polisi ini harus dicela. Adalah fakta bahwa, pembantaian ini sekali lagi terjadi di Favela,” kata Direktur Eksekutif Amnesty International Brasil, Jurema Werneck, dikutip Reuters, Jumat (7/5/2021).

Kata “Favela” di Brasil merujuk pada lingkungan yang dikelola oleh sekelompok orang secara informal dan minim pelayanan publik dari pemerintah.

Pada 2005, polisi juga menggerebek kawasan Baixada Fluminense di pinggiran utara Rio de Janeiro yang penuh kekerasan. Operasi kala itu menewaskan 29 orang.

“Hari ini menjadi salah satu korban tewas terbesar dalam operasi polisi di Rio, melebihi 19 orang (tewas) di kawasan kumuh Complexo do Alemão pada 2007. Bedanya, kami tidak kehilangan satu pun personel kami saat itu,” kata kepala kepolisian setempat, Ronaldo Oliveira. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
13 hari lalu

Kapolri Naikkan Pangkat 3 Polisi yang Gugur saat Gerebek Narkoba di Kalteng

13 hari lalu

Terungkap! Pemotor Ninja yang Pukul Pengendara di Jagakarsa Positif Narkoba

13 hari lalu

19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba

16 hari lalu

Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal