"Saya sangat tidak setuju dengan cara ini! Terus terang, ini adalah bentuk pengelolaan yang kasar, sederhana, dan malas, hanya untuk menghindari tanggung jawab," kata seorang pengguna Weibo, seperti dilaporkan kembali Reuters, Rabu (29/9/2021).
Beijing News lalu menghapus laporan itu dari akun media sosialnya. Selanjutnya mereka mengunggah komentar yang meminta pihak berwenang untuk menjelaskan standar penanganan hewan peliharaan yang terpapar Covid-19.
Media yang sama, mengutip pernyataan peneliti CDC pusat China Feng Zijian, melaporkan kucing peliharaan harus dibunuh jika berulang kali dites positif.
Ilmuwan lain mengatakan belum ada bukti hewan peliharaan berperan besar dalam menyebarkan virus ke manusia.
Profesor virologi dari Universitas Nottingham Inggris Rachael Tarlinton mengatakan, permukaan benda bukan jalur utama penularan virus corona.