Netanyahu Pecat Menhan Israel Yoav Gallant, Kenapa?

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu memecat Menteri Pertahanan Yoav Gallant (Foto: Handout)

TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Yoav Gallant, Selasa (5/11/2024) malam. Jabatan penting di tengah berlangsungnya perang di Jalur Gaza dan Lebanon itu diserahkan kepada Israel Katz yang sebelumnya menjabat menteri luar negeri (menlu).

Selain itu Israel sedang menghadapi ancaman serangan pembalasan dari Iran yang bisa saja memicu perang besar.

Keputusan itu diambil karena Gallant dianggap gagal dalam membebaskan sandera Israel yang masih ditahan di Jalur Gaza.

Otoritas Penyiaran Israel melaporkan, Netanyahu langsung memberi tahu Gallant mengenai pemecatannya sebagai menhan. Namun surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan, Netanyahu memberi tahu Gallant tentang pemecatannya hanya 10 menit sebelum mengumumkan secara resmi.

Pernyataan kantor perdana menteri mengungkap, Gideon Sa'ar, pemimpin Partai Kanan Nasional, ditunjuk sebagai menlu menggantikan Israel Katz.

Sementara itu dalam posting-an di X, pasca-pemecatan Gallant mengatakan, "Keamanan Israel telah dan akan selalu menjadi misi hidup saya."

Dalam kesempatan terpisah, Gallant menjelaskan, pemecatannya disebabkan oleh ketidaksepahamannya dengan Netanyahu mengenai wajib militer terhadap kelompok Yahudi Haredi serta dan penentangannya terhadap pengesahan undang-undang (UU) yang diskriminatif dan korup.

Faktor lain yang menyebabkan pemecatannya adalah ketidaksepakatan mengenai isu sandera Israel di Gaza. 

"Siapa pun dari para sandera yang tewas tidak akan pernah bisa dipulangkan. Tidak ada dan tidak akan pernah ada penebusan dosa karena meninggalkan para sandera," katanya, mengisyaratkan, tidak ada jalan lain, pemerintah harus mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk memulangkan para sandera. 

Dia menambahkan, poin ketiga yang diperdebatkannya dengan Netanyahu adalah perlunya mengambil pelajaran setelah melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan itu memicu pernyataan besar seputar bobolnya keamanan nasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Buletin
5 jam lalu

Interpol Bergerak, Riza Chalid Terendus di Kawasan ASEAN

Buletin
5 jam lalu

Truk Bermuatan 10 Ton Terjun ke Laut di Dermaga Sofifi Tidore

Internasional
-0 menit lalu

Panglima Perang Israel Gagal Yakinkan AS untuk Serang Iran

Buletin
7 jam lalu

KPK OTT di Kalsel, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal