Dalam kunjungan itu, Netanyahu kembali menekankan komitmen Israel untuk “melindungi minoritas Druze” yang tinggal di kawasan perbatasan. Dia mengatakan pasukannya memiliki peran penting, baik secara defensif maupun ofensif, dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.
“Kita sangat mementingkan kemampuan kami di sini… menjaga sekutu Druze kami, dan terutama menjaga keamanan Israel serta perbatasan utaranya,” ujar Netanyahu, kepada tentaranya, dikutip Reuters, Jumat (21/11/2025).
Dia menambahkan misi tersebut bisa berkembang sewaktu-waktu.
“Kami mengandalkan Anda,” katanya.
Damaskus Mengecam Keras: Pelanggaran Kedaulatan yang Berbahaya
Pemerintah Suriah merespons dengan kecaman keras dengan menyatakan kunjungan perdana menteri Israel itu adalah tindakan provokatif yang melanggar hukum internasional.
“Pelanggaran berbahaya terhadap kedaulatan dan persatuan Suriah. Upaya untuk memaksakan realitas yang sudah terjadi,” bunyi pernyataan pemerintah.
Suriah menegaskan keberadaan pasukan Israel di wilayah tersebut merupakan bentuk pencaplokan terselubung yang bertentangan dengan resolusi-resolusi PBB. Pihaknya kembali menuntut Israel mundur ke zona penyangga awal yang ditetapkan sebelum eskalasi baru-baru ini.