Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Menteri Israel Ancam Keluar dari Pemerintahan

Anton Suhartono
Donald Trump membentuk Dewan Perdamaian Gaza yang dampaknya memicu gejolak politik di Israel (Foto: AP)

Dia mempertanyakan skenario pasca-perang yang ditawarkan Dewan Perdamaian Gaza, khususnya terkait siapa yang akan memerintah wilayah tersebut jika militer Israel juga masuk dan mendudukinya.

“Mari kita asumsikan tentara Israel benar-benar masuk dan menduduki Gaza. Kepada siapa kita akan menyerahkannya? Kepada Otoritas Palestina? Kita sudah melakukan itu pada 2005 dan lihat hasilnya,” ujarnya.

Israel diketahui menarik pasukannya dari Jalur Gaza pada 2005 dan membongkar seluruh permukiman Yahudi di wilayah tersebut dalam rencana pelepasan sepihak di era Perdana Menteri Ariel Sharon. Langkah itu kini kerap dijadikan contoh kegagalan oleh kelompok sayap kanan Israel.

Strock menegaskan Israel seharusnya tetap menjadi satu-satunya otoritas di Gaza setelah wilayah tersebut dilucuti dari senjata dan Hamas dikalahkan. Dia juga menolak keras kemungkinan Gaza dikelola oleh komite teknokrat Palestina pasca-perang.

“Saya tidak bisa membayangkan seorang menteri di Kabinet Keamanan yang memilih mengirim tentara berperang, lalu menyerahkan Gaza kepada Ali Shaath dan komite teknokrat Palestina,” kata Strock.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal