Mishra mengatakan dua dari terduga penyerang telah ditangkap.
Seorang juru bicara kepolisian nasional Nepal mengatakan tidak ada korban luka parah dalam bentrokan pada 19 November. Para demonstran muda turun ke jalan keesokan harinya untuk menuntut agar para penyerang ditangkap.
Sushila Karki, perdana menteri sementara Nepal, mengimbau semua pihak menahan diri dari provokasi politik seraya mendesak mereka memercayakan proses demokrasi menjelang pemilu yang dijadwalkan pada 5 Maret 2026.
"Saya telah menginstruksikan pemerintah dalam negeri dan badan keamanan untuk bekerja dengan penuh pengendalian diri dan persiapan yang matang guna menjaga perdamaian dan ketertiban," ujarnya.
Setidaknya 76 orang tewas dalam demonstrasi besar-besaran pada 8 dan 9 September. Massa membakar gedung parlemen, pengadilan, serta kantor-kantor pemerintah.
Oli, mantan perdana menteri empat periode, digulingkan dan digantikan oleh Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung, yang diangkat sebagai perdana menteri sementara.