Menurut Bonnafont, tidak ada alasan keamanan yang dapat membenarkan pelanggaran berkepanjangan terhadap kedaulatan sebuah negara. Dia menilai pendudukan baru hanya akan memperdalam konflik yang sudah berlangsung lama.
Kecaman serupa disampaikan Kuasa Usaha Inggris untuk PBB, James Kariuki. Dia menyebut operasi Israel sebagai eskalasi militer yang sembrono dan tidak proporsional.
"Ini memperburuk lingkungan yang sudah menghancurkan bagi warga sipil Lebanon. Satu-satunya jalan yang layak menuju penyelesaian politik yang langgeng dan pelucutan senjata Hizbullah," katanya.
Berbeda dengan negara-negara lain, Amerika Serikat (AS) memilih tidak mengkritik Israel. Dubes AS untuk PBB, Mike Waltz, justru menyalahkan Hizbullah dan Iran atas situasi yang terjadi.
Menurut Waltz, perdamaian dan deeskalasi dapat terwujud apabila Hizbullah menghentikan serangan serta pemerintah Lebanon mampu menegaskan kedaulatan penuh atas wilayahnya, membangun kembali negara, dan memulangkan warga yang mengungsi.