Negara dengan Persentase Pria Disunat Tertinggi di Asia Tenggara, Filipina Ternyata Nomor 2

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi anak laki-laki dikhitan atau disunat oleh tim medis. (Foto: iNews.id/Rachmat Kurniawan)

JAKARTA, iNews.id - Sunat atau khitan sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Tradisi ini tidak saja menjadi bagian dari perintah agama Islam, tetapi juga diyakini memiliki segudang manfaat kesehatan bagi kaum Adam.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, sunat secara medis diartikan sebagai operasi untuk membuang kulit yang menutupi ujung penis, yang juga disebut kulup. Ada beberapa kondisi di mana sunat diperlukan untuk kebutuhan medis. Misalnya, kulup mungkin terlalu ketat untuk ditarik ke belakang sehingga menutupi ujung penis. Sunat juga direkomendasikan sebagai cara untuk menurunkan risiko HIV di negara-negara tempat virus tersebut tersebar luas, termasuk beberapa bagian Afrika.

Sunat menjadi tradisi keagamaan atau budaya yang umum di kalangan keluarga Muslim dan Yahudi, serta masyarakat pribumi tertentu. Bagi orang-orang non-Muslim yang mempraktikkan tradisi tersebut, sunat juga dapat menjadi bagian dari kebersihan pribadi, atau perawatan kesehatan preventif.

Sunat juga memiliki berbagai manfaat kesehatan, di antaranya yaitu:

  • Kebersihan kelamin lebih mudah. ​​Sunat membuat penis lebih mudah dibersihkan. Namun, anak laki-laki yang belum disunat dapat diajari untuk membersihkan bagian kulup secara teratur.
  • Risiko infeksi saluran kemih (ISK) lebih rendah. Risiko ISK pada pria bersunat rendah. Sementara, infeksi ini lebih umum terjadi pada pria yang belum disunat.
  • Risiko lebih rendah terkena infeksi menular seksual. Pria yang telah disunat mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi menular seksual tertentu, termasuk HIV.
  • Pencegahan masalah penis. Terkadang, kulup pada penis yang belum disunat bisa jadi sulit atau tidak mungkin ditarik ke belakang. Ini disebut fimosis. Ini dapat menyebabkan pembengkakan, yang disebut peradangan, pada kulup atau kepala penis.
  • Risiko kanker penis lebih rendah. Meskipun kanker penis jarang terjadi, kanker ini lebih jarang terjadi pada pria yang telah disunat. Selain itu, kanker serviks lebih jarang terjadi pada pasangan seksual perempuan dari pria yang telah disunat.
Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
31 hari lalu

MNC University Siapkan Riset Bersama hingga Double Degree, Perkuat Integrasi Pendidikan Tinggi ASEAN

2 bulan lalu

Menlu Sugiono Ungkap 2 Kesepakatan Kerja Sama Regional di KTT ASEAN 2026

2 bulan lalu

Prabowo di KTT ASEAN 2026: Kita Harus Beri Contoh Jaga Perdamaian dan Stabilitas

3 bulan lalu

Prabowo bakal Hadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu Filipina, Bahas Dampak Perang AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal